Blog

harga towing mobil jakarta padang

harga towing mobil jakarta padang

Jasa Towing – Kami PT. Gitewan Saran Transindo bergerak dalam usaha Jasa Towing untuk keseluruh Indonesia, terutama lintas Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi dan daerah lainnya, silakan kontak kami untuk harga balen yang lebih murah dari harga standart.

Jasa Towing
 towing  mobil  murah  jakarta
 towing  mobil  jakarta  medan
 towing  mobil  dari  bandung  ke  jakarta
 biaya  towing  mobil  ke  jakarta

Kota Padang

Kota Padang adalah kota terbesar di pantai barat Pulau Sumatra dan ibu kota provinsi Sumatra BaratIndonesia. Kota ini merupakan pintu gerbang barat Indonesia dari Samudra Hindia.[7] Secara geografi, Padang dikelilingi perbukitan yang mencapai ketinggian 1.853 mdpl dengan luas wilayah 693,66 km², yang mana lebih dari separuhnya berupa hutan lindung. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2021, kota ini memiliki jumlah penduduk sebanyak 909.040 jiwa.[2] Padang merupakan kota inti dari pengembangan wilayah metropolitan Palapa.

Sejarah Kota Padang tidak terlepas dari peranannya sebagai kawasan rantau Minangkabau, yang berawal dari perkampungan nelayan di muara Batang Arau lalu berkembang menjadi bandar pelabuhan yang ramai setelah masuknya Belanda di bawah bendera Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC). Hari jadi kota ditetapkan pada 7 Agustus 1669, yang merupakan hari penyerangan loji Belanda di Muara Padang oleh masyarakat Pauh dan Koto Tangah. Semasa penjajahan Belanda, kota ini menjadi pusat perdagangan emastehkopi, dan rempah-rempah. Memasuki abad ke-20, ekspor batu bara dan semen mulai dilakukan melalui Pelabuhan Teluk Bayur. Saat ini, infrastruktur Kota Padang telah dilengkapi oleh Bandar Udara Internasional Minangkabau serta jalur kereta api yang terhubung dengan kota-kota lain di Sumatra Barat.

Sentra perniagaan kota berada di Pasar Raya Padang, dan didukung oleh sejumlah pusat perbelanjaan modern dan 16 pasar tradisional. Padang merupakan salah satu pusat pendidikan terkemuka di luar Pulau Jawa, ditopang dengan keberadaan puluhan perguruan tinggi, termasuk tiga universitas negeri. Sebagai kota seni dan budaya, Padang dikenal dengan legenda Malin Kundang dan novel Sitti Nurbaya. Setiap tahunnya, berbagai festival diselenggarakan untuk menunjang sektor kepariwisataan. Di kalangan masyarakat Indonesia, nama kota ini umumnya diasosiasikan dengan etnis Minangkabau serta masakan khas mereka yang dikenal sebagai masakan Padang

Sejarah
Artikel utama: Sejarah Kota Padang

Muara Padang pada tahun 1883-1889 (litografi berdasarkan cat air oleh Josias Cornelis Rappard)
Tidak ada data yang pasti siapa yang memberi nama kota ini Padang. Diperkirakan kota ini pada awalnya berupa sebuah lapangan atau dataran yang sangat luas sehingga dinamakan Padang. Dalam bahasa Minang, kata padang juga dapat bermaksud pedang.[9]

Menurut tambo setempat, kawasan kota ini dahulunya merupakan bagian dari kawasan rantau yang didirikan oleh para perantau Minangkabau dari Dataran Tinggi Minangkabau (darek). Tempat permukiman pertama mereka adalah perkampungan di pinggiran selatan Batang Arau di tempat yang sekarang bernama Seberang Padang.[10] Kampung-kampang baru kemudian dibuka ke arah utara permukiman awal tersebut, yang semuanya termasuk Kenagarian Padang dalam adat Nan Dalapan Suku; yaitu suku-suku Sumagek (Chaniago Sumagek), Mandaliko (Chaniago Mandaliko), Panyalai (Chaniago Panyalai), dan Jambak dari Kelarasan Bodhi-Chaniago, serta Sikumbang (Tanjung Sikumbang), Balai Mansiang (Tanjung Balai-Mansiang), Koto (Tanjung Piliang), dan Malayu dari Kelarasan Koto-Piliang.[11] Terdapat pula pendatang dari rantau pesisir lainnya, yaitu dari Painan, Pasaman, dan Tarusan.[11]

Seperti kawasan rantau Minangkabau lainnya, pada awalnya kawasan sepanjang pesisir barat Sumatra berada di bawah pengaruh Kerajaan Pagaruyung.[12] Namun, pada awal abad ke-17 kawasan ini telah menjadi bagian dari kedaulatan Kesultanan Aceh.[13][14] Kehadiran bangsa asing di Kota Padang diawali dengan kunjungan pelaut Inggris pada tahun 1649.[15] Kota ini kemudian mulai berkembang sejak kehadiran bangsa Belanda di bawah Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) pada tahun 1663, yang diiringi dengan migrasi penduduk Minangkabau dari kawasan luhak.[16]

Selain memiliki muara yang bagus, VOC tertarik membangun pelabuhan dan permukiman baru di pesisir barat Sumatra untuk memudahkan akses perdagangan dengan kawasan pedalaman Minangkabau. Selanjutnya pada tahun 1668, VOC berhasil mengusir pengaruh Kesultanan Aceh dan menanamkan pengaruhnya di sepanjang pantai barat Sumatra, sebagaimana diketahui dari surat Regent Jacob Pits kepada Raja Pagaruyung yang berisi permintaan dilakukannya hubungan dagang kembali dan mendistribusikan emas ke kota ini.[17] VOC berhasil mengembangkan Kota Padang dari perkampungan nelayan menjadi kota metropolitan pada abad ke-17.[18] Padang menjadi kota pelabuhan yang ramai bagi perdagangan emas, teh, kopi, dan rempah-rempah. Dalam perkembangan selanjutnya, pada 7 Agustus 1669 terjadi pergolakan masyarakat Pauh dan Koto Tangah melawan monopoli VOC. Meski dapat diredam oleh VOC, peristiwa tersebut kemudian diabadikan sebagai tahun lahir Kota Padang.[19]

Gerbang menyambut kedatangan Gubernur Jenderal Johan Paul van Limburg Stirum di Padang pada Maret 1916
Beberapa bangsa Eropa silih berganti mengambil alih kekuasaan di Kota Padang. Pada tahun 1781, akibat rentetan Perang Inggris-Belanda Keempat, Inggris berhasil menguasai kota ini.[20][21] Namun, setelah ditandatanganinya Perjanjian Paris pada tahun 1784 kota ini dikembalikan kepada VOC.[22] Pada tahun 1793 kota ini sempat dijarah dan dikuasai oleh seorang bajak laut Prancis yang bermarkas di Mauritius bernama François Thomas Le Même, yang keberhasilannya diapresiasi oleh pemerintah Prancis waktu itu dengan memberikannya penghargaan.[23] Kemudian pada tahun 1795, Kota Padang kembali diambil alih oleh Inggris.[20] Namun, setelah peperangan era Napoleon, pada tahun 1819 Belanda mengklaim kembali kawasan ini yang kemudian dikukuhkan melalui Traktat London, yang ditandatangani pada 17 Maret 1824.[24]

Lambang Kota Padang zaman Hindia Belanda, diadopsi tahun 1926.
Pada tahun 1837, pemerintah Hindia Belanda menjadikan Padang sebagai pusat pemerintahan wilayah Pesisir Barat Sumatra (Sumatra’s Westkust) yang wilayahnya meliputi Sumatra Barat dan Tapanuli sekarang.[25] Selanjutnya kota ini menjadi daerah gemeente sejak 1 April 1906 setelah keluarnya ordonansi (STAL 1906 No.151) pada 1 Maret 1906. Hingga Perang Dunia II, Padang merupakan salah satu dari lima kota pelabuhan terbesar di Indonesia, selain Jakarta, Surabaya, Medan, dan Makassar.[26]

Menjelang masuknya tentara Jepang pada 17 Maret 1942, Kota Padang ditinggalkan begitu saja oleh Belanda karena kepanikan mereka. Pada saat bersamaan Soekarno sempat tertahan di kota ini karena pihak Belanda waktu itu ingin membawanya turut serta melarikan diri ke Australia.[27] Kemudian panglima Angkatan Darat Jepang untuk Sumatra menemuinya untuk merundingkan nasib Indonesia selanjutnya.[28] Setelah Jepang dapat mengendalikan situasi, kota ini kemudian dijadikan sebagai kota administratif untuk urusan pembangunan dan pekerjaan umum.[29]

Berita kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 baru sampai ke Kota Padang sekitar akhir bulan Agustus. Namun, pada 10 Oktober 1945 tentara Sekutu telah masuk ke Kota Padang melalui Pelabuhan Teluk Bayur, dan kemudian kota ini diduduki selama 15 bulan.[30] Pada tanggal 9 Maret 1950, Kota Padang dikembalikan ke tangan Republik Indonesia setelah sebelumnya menjadi negara bagian Republik Indonesia Serikat (RIS) melalui surat keputusan Presiden RIS nomor 111. Kemudian, berdasarkan Undang-undang Nomor 225 tahun 1948, Gubernur Sumatra Tengah waktu itu melalui surat keputusan nomor 65/GP-50, pada 15 Agustus 1950 menetapkan Kota Padang sebagai daerah otonom. Wilayah kota diperluas, sementara status kewedanaan Padang dihapus dan urusannya pindah ke Wali kota Padang.[29] Pada 29 Mei 1958, Gubernur Sumatra Barat melalui Surat Keputusan Nomor 1/g/PD/1958, secara de facto menetapkan Padang menjadi ibu kota provinsi Sumatra Barat, dan secara de jure pada tahun 1975, yang ditandai dengan keluarnya Undang-undang Nomor 5 tahun 1974. Pemerintah pusat kemudian mengeluarkan Peraturan Pemerintah Nomor 17 tahun 1980, yang menetapkan perubahan batas-batas wilayah Kota Padang sebagai pemerintah daerah.[31] Berdasarkan Rencana Jangka Panjang Menengah Nasional 2015–2019, pemerintah pusat menetapkan Kota Padang, bersama Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Pariaman untuk pengembangan wilayah metropolitan Palapa (Padang–Lubuk Alung–Pariaman).

Kota Padang terdiri dari 11 kecamatan yang terbagi atas 104 kelurahan. Secara adat, Kota Padang meliputi 10 nagari, namun berbeda dengan pemerintahan kabupaten di Sumatra Barat, status nagari tidak menjadi bagian dari perangkat daerah dalam pemerintahan kota. Kecamatan Koto Tangah merupakan kecamatan dengan luas wilayah terbesar, sedangkan Kecamatan Padang Barat memiliki wilayah terkecil.

NoNama KecamatanIbukota KecamatanLuas WilayahWilayah adat[100]
1Kecamatan Bungus Teluk KabungTeluk Kabung100,78 km²Nagari Bunguih dan Nagari Taluak Kabuang
2Kecamatan Koto TangahLubuk Buaya232,25 km²Nagari Koto Tangah
3Kecamatan KuranjiKalumbuk57,41 km²Nagari Pauh IX
4Kecamatan Lubuk BegalungLubuk Begalung30,91 km²Nagari Nan Duo Puluh
5Kecamatan Lubuk KilanganBandar Buat85,99 km²Nagari Lubuk Kilangan
6Kecamatan NanggaloNanggalo8,07 km²Nagari Nanggalo
7Kecamatan Padang BaratBelakang Tangsi7,00 km²Nagari Padang (Niniak Mamak nan salapan suku)
8Kecamatan Padang SelatanSeberang Padang10,03 km²
9Kecamatan Padang TimurSimpang Haru8,15 km²
10Kecamatan Padang UtaraUlak Karang8,08 km²
11Kecamatan PauhCupak Tangah146,29 km²Nagari Pauh V dan Nagari Limau Manih

Transportasi
Pelabuhan Teluk Bayur
Pada awalnya rute utama yang menghubungkan kawasan rantau (Kota Padang) dengan darek (pedalaman Minangkabau) pada masa lalu adalah jalur yang pernah ditempuh Raffles pada tahun 1818 untuk menuju Pagaruyung melalui kawasan Kubung XIII di Kabupaten Solok sekarang.[141] Saat ini ada tiga ruas jalan utama yang menghubungkan Kota Padang dengan kota-kota lain di Sumatra. Jalan ke utara menghubungkan kota ini dengan Kota Bukittinggi, dan di sana bercabang ke Kota Medan dan Pekanbaru. Terdapat pula cabang jalan di dekat Lubuk Alung ke arah Kota Pariaman. Jalan ke timur menuju Kota Solok, yang tersambung dengan Jalan Raya Lintas Sumatra bagian tengah. Sebelumnya, di Arosuka terdapat persimpangan menuju Kota Jambi melalui Kabupaten Solok Selatan. Jalan ke selatan yang menyusuri pantai barat Sumatra menghubungkan Kota Padang dengan Kota Bengkulu melalui Kabupaten Pesisir Selatan.

Penemuan cadangan batubara di Kota Sawahlunto mendorong Pemerintah Hindia Belanda membangun rel kereta api serta rute jalan baru melalui Kota Padang Panjang sekarang, yang diselesaikan pada 1896.[142] Jalur kereta api ini juga menghubungkan Kota Padang dengan kota-kota lain seperti Kota Pariaman, Kota Solok, Kota Bukittinggi, dan Kota Payakumbuh. Saat ini rel kereta api yang aktif hanyalah jaringan komuter Padang–Pariaman menggunakan kereta api Sibinuang, jalur Indarung–Bukitputus untuk pengangkutan semen ke pelabuhan, serta jalur Pulau Aie–bandara menggunakan kereta api Minangkabau Ekspres.[143]

Terminal Regional Bingkuang (TRB) di Air Pacah selesai dibangun tahun 1999 untuk menggantikan Terminal Lintas Andalas di Olo Ladang. Penggunaan TRB ini tidak seperti yang diharapkan, dan sampai beberapa tahun sesudahnya belum juga dapat menggantikan terminal lama.[144] Setelah gempa tanggal 30 September 2009 dan keluarnya Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2011, TRB dialihfungsikan menjadi kawasan pusat pemerintahan kota. Akibatnya saat ini Padang menjadi satu-satunya kota di Indonesia yang tidak mempunyai terminal.[145] Terminal Anak Air ditargetkan mulai beroperasi pada tahun 2021 untuk melayani bus antarkota dalam provinsi (AKDP) dan bus antarkota antarprovinsi (AKAP).[146]

Angkutan dalam kota dilayani oleh bus kota, mikrolet dan taksi. Sementara saat ini di pusat kota masih dapat ditemukan bendi (sejenis kereta kuda), sedangkan ojek biasanya beroperasi di perumahan dan pinggiran kota. Pada awal tahun 2014, pemerintah mulai mengoperasikan bus massal Trans Padang. Dari enam koridor yang dirancang untuk sistem transporatsi ini, baru dua koridor yang beroperasi yaitu rute Pasar Raya–Lubuk Buaya (batas kota) dan rute Anak Air–Teluk Bayur.[147]

Kota Padang memiliki beberapa kawasan pelabuhan. Tercatat sejak tahun 1770 diberangkatkan dari pelabuhan kota ini 0,3 miliar pikul lada dan 0,2 miliar gulden emas per tahunnya.[148] Pelabuhan Muara melayani transportasi laut bagi kapal ukuran sedang terutama untuk tujuan ke atau dari Kabupaten Kepulauan Mentawai dan kawasan sekitarnya. Sementara itu, Pelabuhan Teluk Bayur melayani pengangkutan laut untuk ukuran kapal besar baik ke kota-kota lain di Indonesia maupun ke luar negeri. Pelabuhan ini mulai beroperasi pada tahun 1892 dengan nama Emmahaven. Sekarang kedua pelabuhan tersebut dikelola oleh PT Pelindo II.

Sampai tahun 2005, Bandar Udara Tabing melayani perhubungan udara Padang dengan kota-kota lain. Bandar udara ini yang tidak dapat didarati oleh pesawat berbadan besar, dan karena itu dapat mengimbangi naiknya jumlah calon penumpang. Pengembangannya terbatas karena posisinya yang terhalang Gunung Pangilun dan Bukit Sariak.[149] Maka tanggal 23 Juni 1999 ditetapkan lokasi baru pengganti bandar udara ini.[150] Dengan selesainya pembangunan Bandar Udara Internasional Minangkabau di Ketaping, Kabupaten Padang Pariaman, penerbangan sipil dialihkan ke bandara baru tersebut.[151] Penerbangan domestik yang dilayani saat ini yakni ke seluruh kota besar di Sumatra (kecuali Banda Aceh dan Pangkal Pinang), seluruh kota besar di Jawa (kecuali Semarang), dan satu kota di Sulawesi yaitu Makassar. Sementara untuk pernerbangan internasional saat ini yakni ke Singapura, Kuala Lumpur, Jeddah (haji), dan Madinah (umrah).

Kota Padang yang terkenal akan legenda Sitti Nurbaya dan Malin Kundang saat ini sedang berbenah ke arah pembangunan kepariwisataan.[169] Kota ini memiliki sebuah museum yang terletak di pusat kota yang bernama Museum Adityawarman, yang memiliki gaya arsitektur berbentuk rumah adat Minangkabau (Rumah Gadang), model Gajah Maharam. Di halaman depan museum terdapat dua lumbung padi. Museum ini mengkhususkan diri pada sejarah dan budaya suku Minangkabau, suku Mentawai dan suku Nias. Museum ini memiliki 6.000 koleksi.

Di kawasan pelabuhan Muara banyak dijumpai beberapa bangunan peninggalan sejak zaman Belanda. Beberapa bangunan di kawasan tersebut ditetapkan pemerintah setempat sebagai cagar budaya. Di antaranya adalah Masjid Muhammadan bertarikh 1843, yang merupakan masjid berwarna hijau muda yang dibangun oleh komunitas keturunan India. Cagar budaya lain, Klenteng Kwan Im yang bernama See Hin Kiong tahun 1861 kemudian direnovasi kembali tahun 1905 setelah sebelumnya terbakar.[170] Dari sehiliran Batang Arau, terdapat sebuah jembatan yang bernama jembatan Sitti Nurbaya. Jembatan itu menghubungkan sebuah kawasan bukit yang dikenal juga dengan nama Gunung Padang. Pada bukit ini terdapat Taman Sitti Nurbaya yang menjadi lokasi kuburan Sitti Nurbaya.[171] Kawasan bukit ini juga dahulunya menjadi tempat permukiman awal masyarakat etnis Nias di Kota Padang.[172]

Kemudian di pelabuhan Teluk Bayur terdapat beberapa kawasan wisata seperti pantai Air Manis, tempat batu Malin Kundang berdiri.[173] Selain itu, terus ke selatan dari pusat kota juga terdapat kawasan wisata pantai Caroline, dan pantai Bungus,[174] serta sebuah resort wisata sekelas hotel berbintang tiga yang terletak di Pulau Sikuai.[175] Sedangkan ke arah Kecamatan Koto Tangah, terdapat kawasan wisata pantai Pasir Jambak, serta kawasan wisata alam Lubuk Minturun,[176] yang populer dalam tradisi balimau dan ramai dikunjungi oleh masyarakat terutama sehari sebelum masuk bulan Ramadan.[177]

Kota ini juga terkenal akan masakannya. Selain menjadi selera sebagian besar masyarakat Indonesia, masakan ini juga populer sampai ke mancanegara.[178] Makanan yang populer di antaranya seperti Gulai, Rendang, Ayam Pop, Terung Balado, Gulai Itik Cabe Hijau, Nasi Kapau, Sate Padang dan Karupuak Sanjai. Restoran Padang banyak terdapat di seluruh kota besar di Indonesia. Meskipun begitu, yang dinamakan sebagai “masakan Padang” sebenarnya dikenal sebagai masakan etnis Minangkabau secara umum.[8]

Dalam mendorong pariwisata di Kota Padang, pemerintah kota menggelar Festival Rendang untuk pertamakalinya pada tahun 2011, setelah sebelumnya Rendang dinobatkan oleh CNN International sebagai hidangan peringkat pertama dalam daftar World’s 50 Most Delicious Foods (50 Hidangan Terlezat Dunia).[179] Festival yang dipusatkan di RTH Imam Bonjol tersebut diikuti oleh kelurahan se-Kota Padang dan berhasil memasak 5,2 ton daging, sehingga tercatat dalam Museum Rekor Indonesia sebagai perlombaan memasak dengan daging dan peserta terbanyak.[180] Pada tahun yang sama pemerintah kota juga mulai menyelenggarakan Festival Sitti Nurbaya, pergelaran tahunan yang mengangkat adat dan tradisi Minangkabau.[181]

Daerah Khusus Ibukota Jakarta

Daerah Khusus Ibukota Jakarta (DKI Jakarta) adalah ibu kota negara dan kota terbesar di Indonesia. Jakarta merupakan satu-satunya kota di Indonesia yang memiliki status setingkat provinsi. Jakarta terletak di pesisir bagian barat laut Pulau Jawa. Dahulu pernah dikenal dengan beberapa nama di antaranya Sunda Kelapa, Jayakarta, dan Batavia. Di dunia internasional Jakarta juga mempunyai julukan J-Town,[7] atau lebih populer lagi The Big Durian karena dianggap kota yang sebanding New York City (Big Apple) di Indonesia.[8]

Jakarta memiliki luas sekitar 664,01 km² (lautan: 6.977,5 km²), dengan penduduk berjumlah 10.557.810 jiwa (2019).[3] Wilayah metropolitan Jakarta (Jabodetabek) yang berpenduduk sekitar 28 juta jiwa,[4] merupakan metropolitan terbesar di Asia Tenggara atau urutan kedua di dunia.

Sebagai pusat bisnis, politik, dan kebudayaan, Jakarta merupakan tempat berdirinya kantor-kantor pusat BUMN, perusahaan swasta, dan perusahaan asing. Kota ini juga menjadi tempat kedudukan lembaga-lembaga pemerintahan dan kantor sekretariat ASEAN. Jakarta dilayani oleh dua bandar udara, yakni Bandara Soekarno–Hatta dan Bandara Halim Perdanakusuma, serta tiga pelabuhan laut di Tanjung Priok, Sunda Kelapa, dan Ancol

Etimologi

Nama Jakarta sudah beberapa kali berganti nama.

  • Sunda Kelapa (397–1527)
  • Jayakarta (1527–1619)
  • Batavia (1619–1942)
  • Jakarta (1942–sekarang)
  • Ibukota DKI Jakarta (1998–sekarang)

Nama Jakarta sudah digunakan sejak masa pendudukan Jepang tahun 1942, untuk menyebut wilayah bekas Gemeente Batavia yang diresmikan pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1905. Nama “Jakarta” merupakan kependekan dari kata Jayakarta (aksara Dewanagari: जयकृत), yaitu nama dari Bahasa Sanskerta yang diberikan oleh orang-orang Demak dan Cirebon di bawah pimpinan Fatahillah (Faletehan) setelah menyerang dan berhasil menduduki pelabuhan Sunda Kelapa pada tanggal 22 Juni 1527 dari Portugis. Nama ini diterjemahkan sebagai “kota kemenangan” atau “kota kejayaan”, namun sejatinya berarti “kemenangan yang diraih oleh sebuah perbuatan atau usaha” karena berasal dari dua kata Sanskerta yaitu Jaya (जय) yang berarti “kemenangan” dan Karta (कृत) yang berarti “dicapai”.

Bentuk lain ejaan nama kota ini telah sejak lama digunakan. Sejarawan Portugis, João de Barros, dalam Décadas da Ásia (1553) menyebutkan keberadaan “Xacatara dengan nama lain Caravam (Karawang)”. Sebuah dokumen (piagam) dari Banten (k. 1600) yang dibaca ahli epigrafi Van der Tuuk juga telah menyebut istilah wong Jaketra, demikian pula nama Jaketra juga disebutkan dalam surat-surat Sultan Banten dan Sajarah Banten (pupuh 45 dan 47) sebagaimana diteliti Hoessein Djajadiningrat. Laporan Cornelis de Houtman tahun 1596 menyebut Pangeran Wijayakrama sebagai koning van Jacatra (raja Jakarta).

Jakarta pertama kali dikenal sebagai salah satu pelabuhan Kerajaan Sunda yang bernama Sunda Kalapa berlokasi di muara Sungai Ciliwung. Ibu kota Kerajaan Sunda yang dikenal sebagai Dayeuh Pakuan Padjadjaran atau Pajajaran (sekarang Bogor) dapat ditempuh dari pelabuhan Sunda Kalapa selama dua hari perjalanan. Menurut sumber Portugis, Sunda Kalapa merupakan salah satu pelabuhan yang dimiliki Kerajaan Sunda selain pelabuhan Banten, Pontang, Cigede, Tamgara dan Cimanuk. Sunda Kalapa yang dalam teks ini disebut Kalapa dianggap pelabuhan yang terpenting karena dapat ditempuh dari ibu kota kerajaan yang disebut dengan nama Dayo (dalam bahasa Sunda modern: dayeuh yang berarti “ibu kota”) dalam tempo dua hari. Kerajaan Sunda sendiri merupakan kelanjutan dari Kerajaan Tarumanagara pada abad ke-5 sehingga pelabuhan ini diperkirakan telah ada sejak abad ke-5 dan diperkirakan merupakan ibu kota Tarumanagara yang disebut Sundapura (bahasa Sanskerta yang berarti “Kota Sunda”).

Pada abad ke-12, pelabuhan ini dikenal sebagai pelabuhan lada yang sibuk. Kapal-kapal asing yang berasal dari Tiongkok, Jepang, India Selatan, dan Timur Tengah sudah berlabuh di pelabuhan ini membawa barang-barang seperti porselen, kopi, sutra, kain, wangi-wangian, kuda, anggur, dan zat warna untuk ditukar dengan rempah-rempah yang menjadi komoditas dagang saat itu.

Ekonomi

Jakarta merupakan kota dengan tingkat pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat. Saat ini, lebih dari 70% uang negara beredar di Jakarta.[23] Perekonomian Jakarta terutama ditunjang oleh sektor perdagangan, jasa, properti, industri kreatif, dan keuangan. Beberapa sentra perdagangan di Jakarta yang menjadi tempat perputaran uang cukup besar adalah kawasan Tanah Abang dan Glodok. Kedua kawasan ini masing-masing menjadi pusat perdagangan tekstil serta dengan sirkulasi ke seluruh Indonesia. Bahkan untuk barang tekstil dari Tanah Abang, banyak pula yang menjadi komoditas ekspor. Sedangkan untuk sektor keuangan, yang memberikan kontribusi cukup besar terhadap perekonomian Jakarta adalah industri perbankan dan pasar modal. Untuk industri pasar modal, pada bulan Mei 2013 Bursa Efek Indonesia tercatat sebagai bursa yang memberikan keuntungan terbesar, setelah Bursa Efek Tokyo.[24] Pada bulan yang sama, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia telah mencapai USD 510,98 miliar atau nomor dua tertinggi di kawasan ASEAN.[25]

Pada tahun 2012, pendapatan per kapita masyarakat Jakarta sebesar Rp 110,46 juta per tahun (USD 12,270).[26] Sedangkan untuk kalangan menengah atas dengan penghasilan Rp 240,62 juta per tahun (USD 26,735), mencapai 20% dari jumlah penduduk. Di sini juga bermukim lebih dari separuh orang-orang kaya di Indonesia dengan penghasilan minimal USD 100,000 per tahun. Kekayaan mereka terutama ditopang oleh kenaikan harga saham serta properti yang cukup signifikan. Saat ini Jakarta merupakan kota dengan tingkat pertumbuhan harga properti mewah yang tertinggi di dunia, yakni mencapai 38,1%.[27] Selain hunian mewah, pertumbuhan properti Jakarta juga ditopang oleh penjualan dan penyewaan ruang kantor. Pada periode 2009-2012, pembangunan gedung-gedung pencakar langit (di atas 150 meter) di Jakarta mencapai 87,5%. Hal ini telah menempatkan Jakarta sebagai salah satu kota dengan pertumbuhan pencakar langit tercepat di dunia.[28] Pada tahun 2020, diperkirakan jumlah pencakar langit di Jakarta akan mencapai 250 unit. Dan pada saat itu Jakarta telah memiliki gedung tertinggi di Asia Tenggara dengan ketinggian mencapai 638 meter (The Signature Tower).

Transportasi
Di DKI Jakarta, tersedia jaringan jalan raya dan jalan tol yang melayani seluruh kota, namun perkembangan jumlah mobil dengan jumlah jalan sangatlah timpang (5-10% dengan 4-5%).

Menurut data dari Dinas Perhubungan DKI, tercatat 46 kawasan dengan 100 titik simpang rawan macet di Jakarta. Definisi rawan macet adalah arus tidak stabil, kecepatan rendah serta antrean panjang. Selain oleh warga Jakarta, kemacetan juga diperparah oleh para pelaju dari kota-kota di sekitar Jakarta seperti Depok, Bekasi, Tangerang, dan Bogor yang bekerja di Jakarta. Untuk di dalam kota, kemacetan dapat dilihat di Jalan Sudirman, Jalan Thamrin, Jalan Rasuna Said, Jalan Satrio, dan Jalan Gatot Subroto. Kemacetan sering terjadi pada pagi dan sore hari, yakni di saat jam pergi dan pulang kantor.[29]

Untuk melayani mobilitas penduduk Jakarta, pemerintah menyediakan sarana bus PPD. Selain itu terdapat pula bus kota yang dikelola oleh pihak swasta, seperti Mayasari Bakti, MetroMini, Kopaja, dan Bianglala Metropolitan. Bus-bus ini melayani rute yang menghubungkan terminal-terminal dalam kota, antara lain Pulogadung, Kampung Rambutan, Blok M, Kalideres, Grogol, Tanjung Priok, Lebak Bulus, Rawamangun, dan Kampung Melayu. Untuk angkutan lingkungan, terdapat angkutan kota seperti Mikrolet dan KWK, dengan rute dari terminal ke lingkungan sekitar terminal. Selain itu ada pula ojek, bajaj, dan bemo untuk angkutan jarak pendek. Tidak seperti wilayah lainnya di Jakarta yang menggunakan sepeda motor, di kawasan Tanjung Priok dan Jakarta Kota, pengendara ojek menggunakan sepeda ontel. Angkutan becak masih banyak dijumpai di wilayah pinggiran Jakarta seperti di Bekasi, Tangerang, dan Depok.[30]

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah memulai pembangunan kereta bawah tanah (subway) dan MRT Jakarta pada Tahun 2013. Subway jalur Lebak Bulus hingga Bundaran Hotel Indonesia sepanjang 15 km ditargetkan beroperasi pada 2019. Jalur kereta monorel juga sedang dipersiapkan melayani jalur Semanggi – Roxy yang dibiayai swasta dan jalur Kuningan – Cawang – Bekasi – Bandara Soekarno Hatta yang dibiayai pemerintah pusat. Untuk lintasan kereta api, pemerintah pusat sedang menyiapkan double track pada jalur lintasan kereta api Manggarai Cikarang. Selain itu juga, saat ini sudah dibangun jalur kereta api dari Manggarai menuju Bandara Soekarno-Hatta di Cengkareng. Jalur ini sudah siap dioperasikan dan dibuka untuk umum.

Infrastruktur

Sebagai salah satu kota metropolitan dunia, Jakarta telah memiliki infrastruktur penunjang berupa jalan, listrik, telekomunikasi, air bersih, gas, serat optik, bandara, dan pelabuhan. Saat ini rasio jalan di Jakarta mencapai 6,2% dari luas wilayahnya.[35] Selain jalan protokol, jalan ekonomi, dan jalan lingkungan, Jakarta juga didukung oleh jaringan Jalan Tol Lingkar Dalam, Jalan Tol Lingkar Luar, Jalan Tol Jagorawi, dan Jalan Tol Ulujami-Serpong. Pemerintah juga berencana akan membangun Tol Lingkar Luar tahap kedua yang mengelilingi kota Jakarta dari Bandara Soekarno Hatta-Tangerang-Serpong-Cinere-Cimanggis-Cibitung-Tanjung Priok.

Untuk ke kota-kota lain di Pulau Jawa, Jakarta terhubung dengan Jalan Tol Jakarta-Cikampek yang bersambung dengan Jalan Tol Cipularang ke Bandung dan Jalan Tol Cipali ke Cirebon. Selain itu juga tersedia layanan kereta api yang berangkat dari enam stasiun pemberangkatan di Jakarta. Untuk ke Pulau Sumatra, tersedia ruas Jalan Tol Jakarta-Merak yang kemudian dilanjutkan dengan layanan penyeberangan dari Pelabuhan Merak ke Bakauheni.

Untuk ke luar pulau dan luar negeri, Jakarta memiliki satu pelabuhan laut di Tanjung Priok dan bandar udara yaitu:

Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Tanggerang, Banten yang melayani penerbangan internasional dan domestik.
Bandara Halim Perdanakusuma yang banyak berfungsi untuk melayani penerbangan kenegaraan serta penerbangan domestik
Untuk pengadaan air bersih, saat ini Jakarta dilayani oleh dua perusahaan, yakni PT. Aetra Air Jakarta untuk wilayah sebelah timur Sungai Ciliwung, dan PT. PAM Lyonnaise Jaya (PALYJA) untuk wilayah sebelah barat Sungai Ciliwung. Pada tahun 2015, kedua perusahaan ini mampu menyuplai air bersih kepada 60% penduduk Jakarta

Beberapa pusat perbelanjaan modern

  • Jakarta Pusat
  • Grand Indonesia, merupakan salah satu mal terluas dan paling prestisius di Indonesia. Mal ini terbagi menjadi dua distrik, yaitu West Mall dan East Mall. Mal yang terletak di Jalan Thamrin, Jakarta Pusat ini, memiliki luas 250.000 m2, dan menjadi tempat bagi merek-merek papan atas, seperti Zara, Louis Vuitton, Marks & Spencer, Chanel, Burberry, Forever21, GAP, Gucci, Guess, Polo, dan Samuel & Kevin. Termasuk Toko Buku Gramedia. Di bagian bawah pusat perbelanjaan ini terdapat berbagai macam restoran yang dapat dinikmati oleh para pengunjung.
  • Plaza Indonesia, terletak di Jalan MH. Thamrin, Jakarta Pusat. Dengan luas sekitar 42.540 m2, mall ini pernah menjadi tempat pertama berdirinya Sogo Department Store Indonesia, namun telah ditutup sejak tahun 2009. Di mall ini terdapat Debenhams Department Store, Louis Vuitton, dan The Food Hall. Mal ini dulunya terintergrasi dengan EX Plaza (sekarang tutup), Grand Hyatt Hotel Jakarta, The Plaza Office Tower, The Keraton Hyatt Residence, dan Kedutaan Besar Jepang.
  • Plaza Senayan, merupakan mal besar di Jakarta yang terletak di Jalan Asia Afrika, Jakarta Selatan. Mall ini memiliki luas 130.500 m2. Di mall ini terdapat sejumlah department store kelas menengah ke atas seperti Sogo Department Store dan Metro Department Store. Di mall ini juga terdapat toko buku yang terkenal di dunia, yakni Kinokuniya. Di bagian atrium mall ini terdapat sebuah jam raksasa buatan Seiko, Jepang. Jam ini terdiri dari 6 patung pemusik, setiap patung memainkan alat musik yang berbeda, yang dimainkan setiap satu jam sekali.
  • Senayan City, terletak di Jalan Asia Afrika, Jakarta Selatan. Mall ini terletak berseberangan dengan Plaza Senayan dan berdekatan dengan Gelora Bung Karno. Mall ini memiliki luas 68.000 m2. Di atas mall ini terdapat menara kantor stasiun televisi SCTV.
  • Jakarta Convention Center, terletak di kompleks olahraga Bung Karno, Gelora, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Jakarta Convention Center memiliki balai yang memiliki 5.000 tempat duduk, dan juga balai sidang seluas 3.921 m². JCC memiliki 13 ruangan pertemuan dengan berbagai ukuran. JCC terhubung dengan The Sultan Hotel and Residence melalui terowongan bawah tanah.
  • Jakarta Barat
  • Jakarta Barat.
  • Central Park Mall, terletak di Jalan S. Parman, Jakarta Barat. Mall ini memiliki luas 167.000 m2. Desain mal ini meniru gaya unsur alam. Di mall ini terdapat sebuah food court, Sogo Department Store, Carrefour, dan CGV blitz. Mall ini terletak di kawasan Podomoro City yang dikembangkan oleh Agung Podomoro.
  • Mal Taman Anggrek, terletak di Jalan S. Parman, Jakarta Barat. Dengan luas sekitar 130.000 m2, pusat perbelanjaan ini menyediakan lapangan ski indoor yang terbesar di Asia Tenggara.
  • Mall Ciputra Jakarta, berada di lokasi yang sangat strategis, yakni berada di depan jalan tol dan diapit oleh 2 universitas tekenal. Mall ini terletak di Jalan S. Parman, Jakarta Barat. Mall ini memiliki luas 80.000 m2. Diatas mall ini terdapat Hotel Ciputra Jakarta. Di mall ini terdapat Matahari Department Store dan Hero Supermarket.
  • Jakarta Utara
  • Mal Artha Gading, merupakan salah satu mal yang paling unik di Jakarta. Konsep interior mall ini meniru gaya sejarah Jalur Sutera. Mall ini memiliki 7 buah atrium, yakni atrium Nusantara, China, India, Persia, Italia, Paris, dan Millenium. Mal ini memiliki luas 270.000 m2. Di mall ini terdapat Ace Hardware & Index, Diamond Supermarket, Electronic City, IT Center, Amazone, Artha Gading XXI dan lain lain.
  • Mal Kelapa Gading, terletak di Jalan Kelapa Gading Boulevard, Jakarta Utara. Dengan luas mencapai 147.000 m2, mal ini memiliki food court dan pusat mode terlengkap di Jakarta.
  • Emporium Pluit Mall, terletak di Jalan Pluit Selatan Raya, Jakarta Utara. Dengan luas 61.243 m2, mall ini memiliki Sogo Department Store, Carrefour, dan anchor tenant lainnya.
  • Mall of Indonesia, terletak di Jalan Boulevard Barat No.1, Kelapa Gading, Jakarta Utara. , mall ini memiliki Gramedia, Carrefour, dan anchor tenant lainnya.
  • Jakarta Selatan
  • Pondok Indah Mall, terletak di Jalan Arteri Pondok Indah, Jakarta Selatan. Mall ini terdiri dari 2 bangunan utama yakni Pondok Indah Mall I dan II. Pondok Indah Mall II adalah mall terlengkap untuk memenuhi kebutuhan warga Jakarta Selatan. Di mall II ini terdapat Sogo Department Store, Metro Department Store, dan banyak tenant besar lainnya.
  • Pacific Place Jakarta, terletak di kawasan SCBD. Di atas mall ini terdapat Ritz Carlton Hotel Pacific Place dan dua menara Ritz Carlton Residence. Di mall ini terdapat Metro, Kidzania, CGV blitz, Kem Chicks, dan tenant lainnya.
  • Cilandak Town Square, terletak di Jalan TB. Simatupang, Jakarta Selatan. Mall ini terkenal sebagai pusat hiburan di Jakarta Selatan. Di mal ini terdapat banyak restoran, lounge, dan cafe.
  • Lippo Mall Kemang, Lippo Mall Kemang merupakan bagian dari kawasan pembangunan Kemang Village, dan dikenal dengan sebutan Kemang Village atau Kemvil
  • Jakarta Timur
  • Cibubur Junction, terletak di Ciracas, Jakarta Timur. Mall ini memiliki luas 31.987 m2. Di mall ini terdapat Hypermart, Matahari Department Store, Cinema 21, Karisma Book Store, dan Timezone.
No.Kabupaten/kota administrasi[9]Pusat pemerintahanBupati/wali kota administrasiLuas wilayah
(km²)[3][10]
Kependudukan (2015)KecamatanKelurahan/desaLogoCiutkanPeta lokasi
Penduduk[7]Perubahan[11]Kepadatan penduduk[8]
1Kabupaten Administrasi Kepulauan SeribuPulau PramukaJunaedi8,7023.340+1,43%2.683,96/km²26/-
2Kota Administrasi Jakarta BaratKembanganUus Kuswanto129,542.463.560+1,36%19.017,92/km²856/-
3Kota Administrasi Jakarta PusatMentengDhany Sukma48,13914.182+0,42%18.993,11/km²844/-
4Kota Administrasi Jakarta SelatanKebayoran BaruIsnawa Adji (Plt.)141,272.185.711+1,00%15.472,17/km²1065/-
5Kota Administrasi Jakarta TimurCakungMuhammad Anwar188,032.843.816+0,92%15.124,15/km²1065/-
6Kota Administrasi Jakarta UtaraKojaAli Maulana Hakim146,661.747.315+1,03%11.913,83/km²631/-
Daerah Khusus Ibukota JakartaKota Administrasi Jakarta PusatAnies Baswedan662,3310.177.924+1,02%15.366,87/km²44267/-

Daerah Khusus Ibukota Jakarta (DKI Jakarta) adalah sebuah provinsi yang terletak di barat laut Pulau Jawa.[1] Menurut Sensus Penduduk Indonesia 2010, DKI Jakarta merupakan provinsi ke-6 terbesar menurut jumlah penduduk dengan jumlah penduduk sebesar 9.607.787 jiwa[2] dan terkecil menurut luas wilayah dengan luas wilayah daratan seluas 662,33 km².[3] DKI Jakarta terbagi menjadi satu kabupaten administrasi dan lima kota administrasi.[4] 100% dari seluruh penduduk di provinsi ini tinggal di kawasan perkotaan.[2]

Sebagai daerah khusus yang berfungsi sebagai ibu kota negara dan daerah otonom pada tingkat provinsi,[5] DKI Jakarta memiliki beberapa keunikan dalam pembagian administratifnya. Pembagian administratif di bawah provinsi bukanlah kabupaten dan kota, melainkan kabupaten adminsitrasi dan kota administrasi.[5] Hal ini hanya terjadi di DKI Jakarta. Perbedaan kabupaten/kota dan kabupaten/kota administratif terletak pada otonominya. Kabupaten/kota administrasi tidak memiliki DPRD-nya sendiri dan bupati/wali kotanya tidak dipilih langsung oleh rakyat melalui pemilihan umum, melainkan ditunjuk oleh Gubernur Jakarta atas pertimbangan DPRD Provinsi DKI Jakarta dari pegawai negeri sipil.[5][6]

Kabupaten/kota administrasi dengan jumlah penduduk terbesar adalah Kota Administrasi Jakarta Timur dengan penduduk sebesar 2.843.816 jiwa (27,94% dari jumlah penduduk DKI Jakarta), sedangkan jumlah penduduk yang terkecil adalah Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu dengan penduduk sebesar 23.340 (0,23% dari jumlah penduduk DKI Jakarta) pada tahun 2015.[7][8] Menurut luas wilayahnya, kabupaten/kota administrasi dengan luas terbesar adalah Kota Administrasi Jakarta Timur dengan luas wilayah 188,03 km², sedangkan kabupaten/kota administrasi terkecil menurut luas wilayahnya adalah Kota Administrasi Jakarta Pusat yang terbentang seluas 48,13 km²

Nama Kelurahan Di jakarta Yang Kami Support Untuk Jasa Derek Mobil

Jasa Derek Mobil Jakarta
Jasa Derek Mobil Jakarta
  • Jakarta Pusat : Gambir , Kebon Kelapa , Petojo Utara , Duri Pulo , Cideng , Petojo Selatan , Tanah Abang , Bendungan Hilir , Karet Tengsin , Kebon Melati , Kebon Kacang , Kampung Bali , Petamburan , Gelora , Menteng , Pegangsaan , Cikini , Kebon Sirih , Gondangdia , Senen , Kwitang , Kenari , Paseban , Kramat , Bungur , Cempaka Putih , Cempaka Putih Timur , Cempaka Putih Barat , Johar Baru , Galur , Tanah Tinggi , Kampung Rawa , Johar Baru , Rawasari , Kemayoran , Gunung Sahari Selatan , Kemayoran , Kebon Kosong , Cempaka Baru , Harapan Mulya , Sumur Batu , Serdang , Utan Panjang , Sawah Besar , Pasar Baru , Gunung Sahari Utara , Mangga Dua Selatan , Karang Anyar , Kartini ,
  • Jakarta Barat : Tamansari , Pinangsia , Glodok , Keagungan , Krukut , Maphar , Tangki , Mangga Besar , Tanah Sareal , Tambora , Roa Malaka , Pekojan , Jembatan Lima , Krendang , Duri Selatan , Duri Utara , Kalianyar , Jembatan Besi , Angke , Slipi , Kota Bambu Selatan , Kota Bambu Utara , Palmerah , Jati Pulo , Tomang , Grogol , Jelambar , Jelambar Baru , Wijaya Kusuma , Tanjung Duren , Tanjung Duren Utara , Kemanggisan , Grogol Petamburan , Duri Kepa , Kedoya Selatan , Kedoya Utara , Kebon Jeruk , Sukabumi Utara , Kelapa Dua , Sukabumi Selatan , Kembangan Barat , Kembangan Timur , Meruya Utara , Serengseng , Joglo , Kembangan , Meruya Selatan , Kedaung Kaliangke , Kapuk , Barat , Timur , Rawa Buaya , Cengkareng , Duri Kosambi , Kamal , Tegal Alur , Pegadungan , Kalideres , Semanan ,
  • Jakarta Selatan : Kebayoran Baru , Selong , Gunung , Kramat Pela , Gandaria Utara , Cipete Utara , Melawai , Pulo , Petogogan , Rawa Barat , Senayan , Grogol Utara , Grogol Selatan , Cipulir , Kebayoran Lama Selatan , Kebayoran Lama , Kebayoran Lama Utara , Ulujami , Petukangan Utara , Petukangan Selatan , Pondok Pinang , Pesanggrahan , Bintaro , Cipete Selatan , Gandaria Selatan , Cilandak Barat , Lebak Bulus , Cilandak , Pondok Labu , Pejaten Barat , Pejaten Timur , Kebagusan , Pasar Minggu , Tanjung Barat , Jati Padang , Ragunan , Cilandak Timur , Lenteng Agung , Jagakarsa , Ciganjur , Cipedak , Jagakarsa , Srengseng Sawah , Kuningan Barat , Pela Mampang , Bangka , Kalibata , Rawajati , Duren Tiga , Cikoko , Pengadegan , Pancoran , Mampang Prapatan , Tegal Parang , Tebet Barat , Tebet Timur , Kebon Baru , Bukit Duri , Manggarai , Manggarai Selatan , Menteng Dalam , Setiabudi , Karet , Karet Semanggi , Karet Kuningan , Kuningan Timur , Menteng Atas , Pasar Manggis , Guntur ,
  • Jakarta Timur : Matraman , Pisangan Baru , Utan Kayu Selatan , Utan Kayu Utara , Kayu Manis , Pal Meriam , Kebon Manggis , Kayu Putih , Jati , Rawamangun , Pisangan Timur , Cipinang , Jatinegara Kaum , Pulo Gadung , Bali Mester , Kampung Melayu , Bidara Cina , Cipinang Cempedak , Rawa Bunga , Cipinang Besar Selatan , Cipinang Besar Utara , Jatinegara , Cipinang Muara , Pondok Bambu , Duren Sawit , Pondok Kelapa , Malaka Jaya , Malaka Sari , Pondok Kopi , Duren Sawit , Klender , Kramat Jati , Batu Ampar , Bale Kambang , Kampung Tengah , Kramatjati , Dukuh , Pinang Ranti , Makasar , Halim Perdanakusumah , Cipinang Melayu , Cawang , Cililitan , Makasar , Pasar Rebo , Kebon Pala , Pekayon , Cibubur , Kelapa Dua Wetan , Ciracas , Susukan , Gedong , Cijantung , Baru , Kalisari , Lubang Buaya , Ceger , Rambutan , Cipayung , Munjul , Pondok Rangon , Cilangkap , Setu , Cipayung , Bambu Apus , Cakung Barat , Cakung Timur , Rawa Terate , Jatinegara , Penggilingan , Pulo Gebang , Ujung Menteng
  • Jakarta Utara : Kalibaru , Cilincing , Semper Barat , Semper Timur , Rorotan , Sukapura , Marunda , Koja , Koja Utara , Koja Selatan , Rawa Badak , Kelapa Gading Barat , Kelapa Gading Timur , Pegangsaan Dua , Tugu Selatan , Tugu Utara , Lagoa , Tanjung Priok , Kebon Bawang , Sungai Bambu , Papanggo , Warakas , Sunter Agung , Sunter Jaya , Pademangan Timur , Pademangan Barat , Ancol , Penjaringan , Pejagalan , Pluit , Kapuk Muara , Kamal Muara , Pulau Untung Jawa , Pulau Tidung , Pulau Panggang , Pulau Kelapa , Kepulauan Seribu ,

Nama Jalan Yang Berada di Jakarta

Nama jalan Di Jakarta
Nama jalan Di Jakarta

Jasa Derek Mobil Jakarta – Jalan Abdul . Jalan Air . Jalan Alam . Jalan Agung . Jalan Angkasa . Jalan Abang . Jalan Anggrek . Jalan Airport . Jalan Asem . Jalan Alor . Jalan Abdullah . Jalan Asia . Jalan Al . Jalan Anyer . Jalan Angsana . Jalan Arjuna . Jalan Ambon . Jalan Alur . Jalan At . Jalan Ahmad . Jalan Aceh . Jalan Alternatif . Jalan Arteri . Jalan Ampera . Jalan Abimanyu . Jalan Ancol . Jalan AM . Jalan Bukit . Jalan Bali . Jalan Bunga . Jalan Bahagia . Jalan Bekasi . Jalan Braga . Jalan Bakti . Jalan Bayu . Jalan Budi . Jalan Banda . Jalan Bumi . Jalan Belimbing . Jalan Berlian . Jalan Baik . Jalan Benesari . Jalan Blora . Jalan Bypass . Jalan Banteng . Jalan Biak . Jalan Blitar . Jalan Bandung . Jalan Baru . Jalan Bank . Jalan Besi . Jalan Balai . Jalan Bulan . Jalan Batam . Jalan Beringin . Jalan By . Jalan Bina . Jalan Bambu . Jalan Banyuwangi . Jalan Bromo . Jalan Balau . Jalan Bidara . Jalan Borobudur . Jalan Badak . Jalan Barito . Jalan Birah . Jalan Brawijaya . Jalan Batu . Jalan Bintang . Jalan Bogor . Jalan Bangunan . Jalan Beton . Jalan Bangka . Jalan Bayam . Jalan Bintaro . Jalan Balikpapan . Jalan Blok . Jalan Bangau . Jalan Benda . Jalan Bungur . Jalan Basuki . Jalan Bisma . Jalan Boulevard . Jalan Bakung . Jalan Belitung . Jalan Biru . Jalan Cempaka . Jalan Cendana . Jalan Cimahi . Jalan Cilacap . Jalan Casablanca . Jalan Ciledug . Jalan Cipete . Jalan Cinere . Jalan Cihampelas . Jalan Cibubur . Jalan Cilandak . Jalan Cendrawasih . Jalan Cianjur . Jalan Cengkareng . Jalan Cemara . Jalan Camar . Jalan Cikini . Jalan Ciputat . Jalan Ciawi . Jalan Cikarang . Jalan Duta . Jalan Dr . Jalan Danau . Jalan Dewi . Jalan Dahlia . Jalan Drupadi . Jalan Dukuh . Jalan Damai . Jalan Dago . Jalan Denpasar . Jalan Durian . Jalan Duren . Jalan Duri . Jalan Desa . Jalan Delima . Jalan Diponegoro . Jalan Daan . Jalan Dhyana . Jalan Double . Jalan Emas . Jalan Erlangga . Jalan Enggano . Jalan Ekonomi . Jalan Eka . Jalan Empang . Jalan Elang . Jalan Empu . Jalan Flora . Jalan Fajar . Jalan Flores . Jalan Gunung . Jalan Gading . Jalan Golf . Jalan Gaya . Jalan Gresik . Jalan Gandaria . Jalan Guru . Jalan Gajah . Jalan Garuda . Jalan Gudang . Jalan Green . Jalan Gambang . Jalan Graha . Jalan Gatot . Jalan Gedung . Jalan Gang . Jalan Garut . Jalan Gambir . Jalan Guntur . Jalan Hang . Jalan Hemat . Jalan Harimau . Jalan Halim . Jalan Haji . Jalan Hijau . Jalan Hati . Jalan Harun . Jalan Hidup . Jalan Hayam . Jalan Harapan . Jalan Hasanudin . Jalan Industri . Jalan Imam . Jalan Masjid . Jalan Malang . Jalan Mas . Jalan Manis . Jalan Muara . Jalan Meranti . Jalan Majapahit . Jalan Melasti . Jalan Madiun . Jalan Matahari . Jalan Mesjid . Jalan Malaka . Jalan Mertasari . Jalan Mahakam . Jalan Medan . Jalan Merdeka . Jalan Mawar . Jalan Menteng . Jalan Mega . Jalan Mulia . Jalan Mataram . Jalan Minyak . Jalan Makmur . Jalan Majalah . Jalan Mohammad . Jalan Matraman . Jalan Muhammad . Jalan Mampang . Jalan Merah . Jalan Mutiara . Jalan Metro . Jalan Mangga . Jalan Merak . Jalan Merpati . Jalan Mayang . Jalan Mojokerto . Jalan Margonda . Jalan Manggis . Jalan Murai . Jalan Melur . Jalan Madrasah . Jalan Mandala . Jalan Nanas . Jalan Nuri . Jalan Nangka . Jalan Nakula . Jalan New . Jalan Nusa . Jalan Niaga . Jalan Narogong . Jalan Nilam . Jalan Nusantara . Jalan Nipah . Jalan Nirwana . Jalan Orang . Jalan Otista . Jalan Otto . Jalan Peta . Jalan Pembangunan . Jalan Panjang . Jalan Padang . Jalan Pos . Jalan Pintas . Jalan Prima . Jalan Pondok . Jalan Perumahan . Jalan Panglima . Jalan Puri . Jalan Pura . Jalan Perintis . Jalan Pajajaran . Jalan Prapatan . Jalan Perjuangan . Jalan Pak . Jalan Penyelesaian . Jalan Pondasi . Jalan Pasuruan . Jalan Pluit . Jalan Pasar . Jalan Perak . Jalan Pandan . Jalan Pasir . Jalan Pulau . Jalan Pemuda . Jalan Puncak . Jalan Pramuka . Jalan Pisang . Jalan Pendidikan . Jalan Pangeran . Jalan Paya . Jalan Poppies . Jalan Pejuang . Jalan Proklamasi . Jalan Pertanian . Jalan Panjaitan . Jalan Percetakan . Jalan Pulo . Jalan Pekalongan . Jalan Prof . Jalan Pantai . Jalan Pinang . Jalan Perdana . Jalan Permai . Jalan Papan . Jalan Pahlawan . Jalan Putih . Jalan Pekan . Jalan Padma . Jalan Permata . Jalan Pelabuhan . Jalan Pelajar . Jalan Pratama . Jalan Pintu . Jalan Parangtritis . Jalan Perwira . Jalan Pejaten . Jalan Polisi . Jalan Pamulang . Jalan Perhubungan . Jalan Qrisdoren . Jalan Raya . Jalan Raden . Jalan Rumbia . Jalan Rambutan . Jalan Rimba . Jalan Rumah . Jalan Rajawali . Jalan Radio . Jalan Remaja . Jalan Riau . Jalan Rawa . Jalan Rawamangun . Jalan RS . Jalan Sultan . Jalan Sutra . Jalan Sekolah . Jalan Setia . Jalan Solo . Jalan Satu . Jalan Sentul . Jalan Sukabumi . Jalan Silang . Jalan Serpong . Jalan Sinar . Jalan Surya . Jalan Siliwangi . Jalan Selat . Jalan Sawah . Jalan Senayan . Jalan Sukajadi . Jalan Seruling . Jalan Sungai . Jalan Sri . Jalan Semarang . Jalan Subang . Jalan Sriwijaya . Jalan Simpang . Jalan Setiabudi . Jalan SD . Jalan Salak . Jalan Sulawesi . Jalan Sisingamangaraja . Jalan Salemba . Jalan SMP . Jalan Salam . Jalan Sawo . Jalan Siantar . Jalan Sunter . Jalan Surapati . Jalan Surabaya . Jalan Sudirman . Jalan Sutera . Jalan Sulaiman . Jalan Sari . Jalan Sumatera . Jalan Service . Jalan Serdang . Jalan Seroja . Jalan Sidoarjo . Jalan Suci . Jalan Senopati . Jalan Sunda . Jalan Salatiga . Jalan Segara . Jalan SMA . Jalan Semeru . Jalan Swadaya . Jalan Tol . Jalan Tanah . Jalan Teratai . Jalan Teuku . Jalan Tegal . Jalan Teh . Jalan Tambak . Jalan Tukad . Jalan Tentara . Jalan Taman . Jalan Teluk . Jalan Timor . Jalan Tiang . Jalan Tembaga . Jalan Tambun . Jalan Tarum . Jalan Telaga . Jalan Tomang . Jalan Tanjung . Jalan Tenaga . Jalan Toko . Jalan Tebet . Jalan Terusan . Jalan Tasikmalaya . Jalan Trunojoyo . Jalan Tenggiri . Jalan Utama . Jalan Umalas . Jalan Ujung . Jalan Utan . Jalan Uluwatu . Jalan Ungaran . Jalan Villa . Jalan Veteran . Jalan Wisma . Jalan Warung . Jalan Werkudara . Jalan Waringin . Jalan Wijaya . Jalan Wahidin . Jalan Wolter . Jalan Wahid . Jalan Waru . Jalan Warga . Jalan Yogyakarta . Jalan Yoga . Jalan Yos . Jalan Yusuf . Jalan Zamrud .

Apaan Sih Towing itu

Towing, atau menarik, atau derek, adalah sebuah aktivitas memindahkan kendaraan dari satu tempat ke tempat tujuan, dengan menderek di belakang mobil penderek. Namun saat ini, Towing tidak lagi menarik, tapi menggendong, sehingga Mobil atau Motor yang akan dipindahkan dari satu tempat ke tempat tujuan, dengan cara menggendong / mengangkut Mobil atau Motor tersebut.

Aktivitas Towing sebenarnya digunakan oleh dealer mobil / motor, untuk mendistribusikan mobil / motor dagangannya ke berbagai showroom. Tetapi saat ini, para penggemar touring santai, menggunakan layanan ini.

Touring Santai adalah touring yang dilakukan tanpa harus mengemudi motor / mobil dari tempat start, tetapi motor / mobil digendong pakai Layanan Towing ke kota yang akan dituju, kemudian pemiliknya dapat bersantai sampai tujuan, dengan naik pesawat.

Untuk menggunakan layanan Towing, sebaiknya Sobat mempertimbankan, antara lain:

  • Pastikan mobil Towing yang Sobat ingin gunakan, memiliki standar Safety yang baik.
  • Perhatikan, apakah mobil Towing menggunakan tali khusus, hingga light bar pada bagian belakang Mobil Towing

Untuk memenangkan pasar, perusahaan Towing, memberikan beberapa layanan, antara lain:

  • Seperti layanan gratis cuci motor / mobil
  • Berasuransi

Saran Menggunakan Towing, antara lain:

  • Agar lebih murah, Sobat bisa patungan
  • Sebaiknya Sobat perlu juga mengasuransikan, dengan tambahan + 0.5%
  • Tanyakan terlebih dahulu ada harga Balen atau balikan tidak

Ini Bedanya Jasa Derek Mobil dan Jasa Towing

Ketika mobil terjebak banjir, sebaiknya menghubungi pihak penyedia layanan derek atau towing? Jawabannya adalah menghubungi penyedia layanan towing. Meskipun mirip-mirip, namun antara mobil derek dan towing sebenarnya memiliki jenis layanan yang agak berbeda. Bagi pemilik mobil, perlu mengetahui perbedaan utama kedua layanan ini agar tidak salah kaprah ketika suatu saat membutuhkannya di situasi darurat.

Mobil derek biasanya menggunakan kendaraan jenis truk. Di truk tersebut biasanya sudah ada alat yang berfungsi menderek mobil. Mobil yang diderek akan diangkat bagian roda depan atau roda belakangnya saja. Hal ini berguna untuk menderek mobil yang fungsi rem tangannya aktif. Biasanya mobil derek digunakan oleh Dinas Perhubungan untuk menderek mobil-mobil yang melanggar aturan parkir atau digunakan untuk menderek mobil korban kecelakaan.

Sedangkan towing, mobil yang akan diangkut benar-benar dinaikkan ke atas truk. Seperti dilansir Kompas.com, mobil towing sendiri terbagi dua jenis yakni towing gendong dan towing hidrolik. Pada towing gendong, mobil akan diangkut seperti biasa di bagian belakang.

Sedangkan pada mobil towing jenis hidrolik, secara prinsip sama seperti towing gendong. Bedanya ada pada cara mengangkut mobil. Bak angkut akan diturunkan ke bagian paling rendah, kemudian mobil dinaikkan tepat di atas bak tersebut.

Mobil kemudian akan terangkat otomatis dengan memanfaatkan hidrolik. Biasanya, towing hidrolik digunakan untuk mengangkut mobil premium yang memiliki ground clearance rendah agar bagian bawah mobil tidak tergesek dengan permukaan bak angkut.

Bagi yang membutuhkan jasa towing mobil, saat ini beberapa produsen mobil juga menghadirkan layanan ini untuk membantu konsumennya yang terjebak banjir. Misalnya Suzuki yang menawarkan layanan towing gratis saat Jakarta dilanda banjir pada Januari 2020. Ada juga Honda yang menawarkan layanan serupa guna membantu konsumen mereka mengevakuasi mobilnya dari daerah banjir.

Syarat dan Biaya Kirim Mobil Pakai Towing

Jasa towing atau derek gendong menjadi salah satu alternatif bagi pemilik mobil untuk menikmati mobilnya saat mudik. Pemilik tidak perlu melewati rutinitas jalur mudik dan mendapati mobilnya di kampung halaman dapat digunakan untuk bersilaturahmi.

Lantas berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk mengirimkan mobil? Gitwan mengungkapkan biaya bervariasi bergantung jarak pengiriman. “Ke Sumatera ada, ke Jawa paling banyak Jawa Tengah dan Jawa Timur. Semarang dan Yogyakarta sekitar Rp 3,5 juta, Surabaya Rp 5 juta,”

Untuk ke wilayah Sumatera harga berkisar Rp 4,5 juta sampai Rp 20 juta. Layanan mulai dari Lampung hingga Aceh. , Begini syarat yang disertakan, Jasa Towing mengungkapkan hanya berupa surat kendaraan seperti STNK dan BPKB. Bisa juga hanya berupa fotokopi surat jalan. “Nanti kita jemput dan diantar sampai depan pintu di alamat tujuan. Door to door. Disarankan untuk pengiriman luar kota, pemilik kendaraan sudah menyertakan asuransi untuk kendaraan tersebut sebagai keamanan,”

Jasa mobil towing atau truk pengangkut mobil rasanya sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Truk pengangkut mobil ini menjadi alternatif dan solusi jitu bagi kendaraan yang tengah mengalami musibah. Sayangnya, tidak semua orang tahu dan paham bagaimana cara menyewa mobil towing. Selain itu, masih banyak juga orang yang belum tahu berapa biaya harga sewa mobil towing.

Nah, kini kami akan memberikan sedikit gambaran mengenai biaya penyewaan mobil towing untuk wilayah Jakarta. Sebenarnya mobil towing sendiri dapat dimanfaatkan dengan cara menelpon langsung perusahaan towing. Biasanya mereka kerap mencantumkan nomor telepon pada setiap mobil towing-nya. atau bisa melalui website

Model Truk Towing

Sebelum memanggil jasa towing mobil, sebaiknya anda wajib tahu dulu beberapa model truknya. Di Indonesia ada dua jenis mobil towing yang kerap digunakan. Pertama adalah truk towing model konvensional, dan kedua adalah truk towing model flat deck. Keduanya jelas memiliki bentuk yang sangat berbeda dan cara penggunaan yang berbeda pula.

Truk Towing Konvensional
Pada model truk towing konvensional, bagian bak pengangkut mobil bersifat statis atau permanen. Pada truk konvensional hanya dibekali dengan winch, dudukan jalur untuk menaikkan mobil, dan hook pengikat strap ke bagian ban. Truk towing jenis ini sudah lumrah digunakan sejak dulu dan desainnya pun terlihat biasa saja. Biaya sewa truk towing di Jakarta.

Truk towing konvensional.

Namun, ada beberapa kekurangan yang ada pada truk towing jenis ini. Salah satunya adalah tidak bisa mengangkut mobil yang terlalu ceper. Mobil yang terlalu pendek atau ceper tidak akan bisa digendong truk towing jenis ini karena pasti akan mentok atau bergesekan antara bagian mobil dengan jalur dudukan truk towing. Untuk mobil sedan dengan kondisi standar, masih cocok menggunakan truk towing konvensional karena tidak akan mentok bagian bawahnya.

Truk Towing Flat Deck Hidrolik
Model kedua yang sedang marak beberapa tahun terakhir ini adalah jenis truk towing flat deck. Seperti namanya, jenis truk towing ini memiliki bagian pengangkut mobil yang lantainya rata. Berbeda dengan model konvensional yang bentuk lantainya sedikit melandai ke arah bawah.

Biaya sewa truk towing di Jakarta.Jenis truk towing flat deck.
Truk towing flat deck dilengkapi dengan hidrolik yang mampu menaik-turunkan mobil dengan sangat mudah dan aman. Mobil dengan ground clearance yang sangat pendek lebih disarankan memakai truk towing jenis ini. Selain akan lebih aman, truk towing model flat deck ini juga terlihat memiliki sistem keamanan yang lebih baik dibandingkan dengan truk towing model konvensional.

Harga Sewa Truk Towing di Jakarta
Harga sewa truk towing di Jakarta bisa dibilang cukup bervariasi. Namun jika menarik kesimpulan, rata-rata penyedia jasa truk towing memiliki kisaran biaya yang tak berbeda jauh.

“Biasanya kita kalau hitungannya masih di dalam kota Jakarta sekitar Rp650 ribu. Itu sudah termasuk dengan biaya tol dan bensin untuk truk towingnya. Jadi konsumen nanti tinggal menunggu saja di lokasi yang sudah diatur. Misalnya pesan di daerah Bekasi, terus kirim mobilnya ke Tanjung Priok itu biayanya Rp650 ribu,”

Biaya sewa truk towing di Jakarta.Harga sewa truk towing di Jakarta bervariasi.
Sedangkan untuk biaya angkut yang melebihi area Jakarta seperti Bodetabek, sedikit berbeda.

“Kalau tadi kan masih di Jakarta itu sekitar Rp650 ribu. Kalau di luar Jakarta sedikit kayak Bodetabek itu lebih mahal. Kita biasanya kasih ongkosnya Rp750 ribuan. Sudah termasuk tol dan bensin, pokoknya terima beres,” sambung Welly.

Harga Sewa Truk Towing Flat Deck di Jakarta
Lalu, untuk harga sewa truk towing model flat deck biayanya sedikit berbeda. Kami pun mencoba menghubungi Zicoster Towing milik youtuber otomotif, Garasi Drift.

“Untuk dalam kota itu kita biasanya kasih harga Rp750 ribu. Itu di dalam kota saja. Kalau ibaratnya daerahnya masih di Jabodetabek sudah melipir ke luar sedikit, harganya berbeda sedikit,” buka Rian, pekerja di Zicoster Towing kepada Carmudi.

Ia pun menjelaskan sedikit perbedaan tentang truk towing flat deck dengan model konvensional.

“Truk towing kita itu beda mas. Kita punya flat deck (lantainya rata) dan itu sudah pakai hidrolik. Jadi mobilnya tidak ditarik pakai winch seperti truk towing yang biasa. Jadi nanti lantainya itu bisa turun sampai ke tanah, mobilnya tinggal naik ke lantainya itu. Kalau sudah naik, nanti lantai beserta mobilnya yang akan naik ke bagian atas truk towing,” jelas Rian.

Harga Sewa Truk Towing Antar Pulau
Bagi sebagian orang, menggunakan truk towing merupakan hal yang biasa dan lumrah. Salah satunya adalah untuk pengiriman ke luar Pulau Jawa. Zicoster Towing sendiri memiliki kisaran harga yang berbeda-beda untuk kota tujuan antar pulau.

“Kalau antar pulau kita tanya dulu kota apa? Soalnya itu beda-beda. Misalnya ke Bandar Lampung, kita biasanya kasih Rp5,5 juta,” kata Rian.

Untuk pengiriman mobil ke luar kota, Zicoster Towing mengatakan memiliki standard operational procedure (SOP) tersendiri.

“Kita ada SOP-nya. Kalau kirim ke luar kota itu biasanya mobil kita wrapping dulu dengan plastik. Baru setelah itu biasanya ditutup cover. Supaya mobil jadi lebih aman. Kita biasanya sistemnya langsung, mobil tidak dipindah-pindahkan ke truk lain,” jelasnya.

Penggunaan truk towing memang berbeda-beda. Ada yang memesan kala mobilnya bermasalah, atau ada juga yang menyewanya untuk mengirim mobil. Seperti mereka yang tidak ingin merasa lelah di perjalanan. Mobil dikirim ke kota tujuan, lalu sang pemilik menggunakan pesawat. Setelah sampai di kota tujuan, pemilik tinggal mengendarai mobil kesayangannya dengan mudah tanpa harus merasa lelah. Atau ada juga yang membeli mobil bekas dari luar daerah.

Lakukan Tawar Menawar
Biasanya ada beberapa truk towing yang masih bisa diajak tawar-menawar. Terkadang supir truk towing juga masih bisa diajak untuk berkompromi. Namun, cara ini bisa dilakukan kalau menyewa truk towing-nya untuk jarak yang tidak terlalu jauh.

Contohnya, mobil Carmudian mengalami kerusakan di kawasan Tanjung Barat, Jakarta Selatan. Lalu kamu ingin mengirimkan mobil ini ke bengkel di daerah Jagakarsa. Kamu bisa mencoba melakukan tawar-menawar dengan supir truk towing karena alasan jarak yang dekat. Biasanya cara ini cukup efektif digunakan.

Namun, tidak semua perusahaan truk towing bisa dinegosiasi seperti ini, ya. Ini hanya salah satu ide dan saran dari Carmudi kepada kamu yang mau menyewa truk towing di Jakarta.

Jenis Kendaraan yang Bisa di Angkut Pakai Jasa Towing

Jika Anda sedang bingung mencari jasa angkutan kendaraan khususnya di kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya, jasa towing dapat menjadi alternative solusi untuk Anda. Jasa towing adalah layanan pengangkutan barang/kendaraan umumnya menggunakan kendaraan derek yang biasa disebut derek gendok karena jenisnya yang berbeda dengan derek tarik.

Tetapi masih banyak juga yang bertanya tentang jenis kendaraan yang bisa di angkut jasa towing karena kebutuhan pengiriman kendaraan bukan hanya mobil saja. Mulai dari jenis mobil, dan jenis kendaraan lainnya. Tahukah Anda kalau beberapa jasa towing tidak hanya bisa melayani pengangkutan mobil tapi juga kendaraan lain. Apa saja itu dan bagaimana penjelasannya? Mari kita bahas lebih detail supaya Anda tidak bingung lagi untuk mengirimkan kendaraan menggunakan towing!

  1. Mobil

Mobil biasanya menjadi kendaraan yang umunya menggunakan jasa towing baik itu untuk mengangkut mobil yang mogok, ataupun mengirimkan mobil-mobil baru supaya tidak lecet dan tetap aman. Mobil pribadi, mobil dinas maupun mobil miliki pelanggan dapat dikirimkan asalkan alamat pengirim dan penerima serta surat yang berkaitan dengan keterangan mobil disertakan secara jelas.

  1. Motor

Kendaraan selanjutnya yang bisa di angkut menggunakan towing adalah motor yang biasa digunakan untuk kendaraan sehari-hari seperti motor matic, bebek ataupun mge (motor gede). Biasanya, pengiriman motor yang bukan moge bertujuan utuk mengirimkan motor dalam jujmlah lebih dari dari 1 pada dealer atau pelanggan tertentu. Sedangkan moge tujuannya cukup bervariasi. Ada yang mengirimkan moge menggunakan jasa towing karena bisnis, dan ada juga yang mengirimkannya karena keperluan pribadi.

  1. Mobil Alat Berat

Mobil atau kendaraan alat berat juga bisa di kirimkan dengan menggunakan jasa towing asalkan
kapasitas angkutnya masih sesuai kemampuan mobil pengangkut/towing. Tetapi jika Anda hendak mengirimkannya keluar pulau, masih memungkinkan jika pengiriman via laut seperti yang di sediakan oleh jasa pengangkutan gitewan yakni menggunakan kapal roro dan container.

  1. Kendaraan Dinas Terkait (TNI, Kepolisian)

Selain motor, mobil dan alat berat ternyata jasa towing juga bisa digunakan untuk mengangkut
kendaraan dinas seperti kendaraan jeperluan TNI atau kepolisian. Seperti gitwan yang telah di percaya dalam pengriiman berbagai kendaraan dinas terkait. Sehingga jika Anda merupakan salah satu staff yang sedang mencari jasa towing untuk mengangkut kendaraan dinas jangan ragu untuk menghubungi kami.

Termasuk jasa towing di Surabaya dan Seluruh provinsi Di Indonesia yang bisa mengangkut beberapa jenis kendaraan di atas. Sehingga jika Anda membutuhkan jasa towing terpercaya, jangan ragu menghubungi kami kapanpun! Segera simpan nomor kontak gitewan di HP Anda sehingga walaupun Anda sedang menghadapi situasi darurat misalnya mobil yang mogok karena banjir Anda bisa langsung memesan jasa towing tanpa khawatir terkena tipu dan kendaraan Anda sampai dengan aman. Sumber Jasa Kirim Mobil

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published.